Manusia masih terbutakan akan visual. Banyak pepatah modern bilang kalau “dunia hanya milik mereka yang good looking”. Di beberapa kasus good looking memang jadi hal utama even dalam pekerjaan, pendidikan sampai hal sepele sekalipun. Simplenya saja lagi antri membeli makanan…ya mereka yang baru datang 1 menit karenca cantik lebih diprioritaskan daripada para kaum “tidak good looking” yang udah antri berjam jam. Welll…begitulah dunia saat ini!
How about love?
Agak klise untuk menemukan
seseorang yang benar-benar mencintai dengan tulus tanpa memandang fisik. Fisik
masih jadi tolak ukur laki-laki saat ini. Mereka akan lebih sayang, lebih
cinta, lebih memanjakan, dan lebih mendewakan Wanita yang dianggap cantik. Mereka
tidak peduli bagaimana tabiat wanitanya, yang terpenting mereka bangga bisa
memarkan Wanita cantiknya di depan teman-temannya. Yahh…dapat pasangan cantik
adalah sebuah privilege dan off course wajib dipamerkan ya!!! Ada pula
laki-laki yang secara tidak langsung menuntut wanitanya untuk cantik seperti
ekspektasinya dan efeknya justru bikin pasangannya depresi.
Tidak tahu bagaimana mindset
laki-laki tentang menjadikan “cantik” sebagai kriteria pertama memilih
pasangan. Bahkan mereka sadar bahwa seiring berjalannya waktu mereka bukan
menikah dengan kecantikan, tapi menikah dengan sifat dan karakter. Cantik bisa pudar
seiring berjalannya waktu, Laki-laki yang tidak puas dengan kecantikan
wanitanya akan berusaha mencari yang lebih dan lebih cantik dari sebelumnya
hingga pada suatu masa dia menyia-nyiakan Wanita terbaik di fase hidup
sebelumnya.
Nggapapa kalau gak dicintai hanya
karena tidak cantik, kamu hebat kok, hanya laki-laki itu saja yang tidak bisa
melihat value mu, menilai yang baik saja tidak bisa apalagi mau
membangun rumah tangga yang baik hahahah. Tugas mu hanya satu, sibukkanlah dirimu
dengan hal-hal yang bisa menaikan value mu, jangan sibuk mengemis cinta
dan perhatian dari pasanganmu. Jika kamu sudah berusaha memberikan yang terbaik
untuk pasanganmu tapi pasanganmu masih merasa kurang kurang dan kurang.
Cukuplah diam, hempaskan sajadahmu, berdoalah untuk meminta kepastian dan
ketetapan-Nya. Cukuplah diam dan ikuti alurnya. Cukuplah diam jika hatimu sudah
tak muat lagi menahan sakit karena tak dicintai. Memang untuk mendapatkan yang
pantas harus perlu dijatuhi luka bertubi tubi hingga akhirnya kamu sadar
lukamulah yang menghantarkanmu hingga detik ini.
YOU ARE BEATIFUL JUST THE WAY YOU
ARE!

0 komentar:
Posting Komentar